- Pengumuman Hasil Tes Interview Gelombang 1 SPMB SMKI ASSALA...
- Pengumuman Hasil Tes Interview Gelombang 3 dan 4 PPDB SMKI ...
- Pengumuman Hasil Tes Interview Gelombang 2 PPDB SMKI ASSALAM...
- PENGUMUMAN HASIL TES INTERVIEW GELOMBANG 1 SMKI ASSALAM JAMB...
- PPDB tahun ajaran 2025/2026 telah dibuka....
- PENGUMUMAN HASIL INTERVIEW TES PPDB GELOMBANG 3 SMK ISLAM AS...
- PENGUMUMAN HASIL INTERVIEW TES PPDB GELOMBANG 2 SMK ISLAM AS...
- ASSALAM BERSHOLAWAT bersama Habib JA'FAR BIN UTSMAN AL-JUFRI...
- (UPDATE) PENGUMUMAN HASIL SELEKSI INTERVIEW PPDB GELOMBANG 1...
- PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PENERIMAAN CALON SISWA BARU GELOMB...
Nadiem Makarim Beberkan Dampak Negatif Penutupan Sekolah Selama Setahun
Puti Yasmin – detikEdu
Dilansir
dari detik.com, Jakarta - Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nadiem Makarim membeberkan dampak negatif
dari penutupan sekolah selama pandemi COVID-19 atau satu tahun ini. Bahkan,
Indonesia menjadi salah satu negara yang belum melaksanakan pembukaan sekolah.
Hal itu,
menurut Nadiem berdampak serius pada kehidupan, baik dari sisi pendidikan
maupun ekonomi. Bahkan, berdasarkan data Bank Dunia, WHO, dan juga UNICEF
penutupan sekolah bisa berdampak pada satu generasi secara permanen.
"Berbagai
macam pihak, pakar dunia seperti Bank Dunia, WHO, dan UNICEF semuanya sepakat
bahwa penutupan sekolah ini bisa menghilangkan pendapatan hidup satu generasi,
loss of learning ini real dan resiko yang bisa dampaknya permanen,"
ungkapnya dalam pengumuman Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan
Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, Selasa (30/3/2021).
Lebih lanjut, mantan orang nomor satu di
Go-Jek ini memaparkan dampak negatif penutupan sekolah selama setahun ini
akhirnya menghasilkan beberapa kecenderungan yang mengkhawatirkan. Ia
mencontohkan, seperti trend anak putus sekolah, penurunan capaian belajar,
hingga kekerasan pada anak.
"Kita melihat trend-trend yang sangat
mengkhawatirkan, trend anak yang putus sekolah, kita melihat penurunan capaian
pembelajaran, apalagi di daerah-daerah dan akses tidak tercapai, jadi
kesenjangan ekonomi bisa jauh lebih besar. Kita melihat juga banyak orang tua
yang tidak melihat peran dalam proses belajar, jadi banyak dari anaknya ditarik
keluar dari sekolah, dan ada berbagai macam isu2 kekerasan domestik yang
terjadi di dalam keluarga yang tidak terdeteksi," sambung Nadiem Makarim.
Nadiem
menjelaskan risiko negatif tersebut bisa menjadi dampak permanen. Ia khawatir penutupan sekolah yang
semakin berkepanjangan dapat merusak satu generasi di Indonesia.
"Kita harus ambil tindakan tegas agar
tidak menjadi dampak permanen dan satu generasi, jadi terbelakang atau tertahan
perkembangan dan kesehatannya," ungkap dia.
Untuk itu, Nadiem
Makarim mewajibkan sekolah untuk memberikan
opsi pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada
Juni-Juli mendatang. Hal ini juga berdasarkan pertimbangan guru dan tenaga
kependidikan yang sudah divaksinasi.
Yayasan Pendidikan Islam Assalam