- Pengumuman Hasil Tes Interview Gelombang 1 SPMB SMKI ASSALA...
- Pengumuman Hasil Tes Interview Gelombang 3 dan 4 PPDB SMKI ...
- Pengumuman Hasil Tes Interview Gelombang 2 PPDB SMKI ASSALAM...
- PENGUMUMAN HASIL TES INTERVIEW GELOMBANG 1 SMKI ASSALAM JAMB...
- PPDB tahun ajaran 2025/2026 telah dibuka....
- PENGUMUMAN HASIL INTERVIEW TES PPDB GELOMBANG 3 SMK ISLAM AS...
- PENGUMUMAN HASIL INTERVIEW TES PPDB GELOMBANG 2 SMK ISLAM AS...
- ASSALAM BERSHOLAWAT bersama Habib JA'FAR BIN UTSMAN AL-JUFRI...
- (UPDATE) PENGUMUMAN HASIL SELEKSI INTERVIEW PPDB GELOMBANG 1...
- PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PENERIMAAN CALON SISWA BARU GELOMB...
Unusa Siapkan Program Santri Kuliah untuk Ponpes di Jatim
Oleh Moch Khaesar Januar Utomo – detikEdu
Dilansir
dari detik.com, Jakarta - Universitas Nahdlatul Ulama
Surabaya (Unusa) menyiapkan program Community Based Learning (CBL) bagi Pondok
Pesantren di Jawa Timur. CBL adalah program untuk memfasilitasi santri atau
alumni pondok pesantren yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang sarjana.
Ketua Humas dan Marketing
(Humar) Unusa, M. Ghofirin M.Pd menjelaskan, Program CBL ini ditujukan untuk
komunitas yakni pondok pesantren, khususnya yang ada di Jawa Timur dan Umumnya
ada di Indonesia. Bagi Unusa, pondok pesantren merupakan mitra strategis yang
dapat menjalankan program CBL.
"Nantinya proses pembelajaran ini dilakukan
secara blanded learning atau pembelajaran campuran dengan cara daring maupun
luring," katanya, Kamis (1/4).
Melalui program CBL ini, nantinya calon
mahasiswa dari pondok pesantren tidak harus datang ke Kampus Unusa yang ada di
Jalan Jemursari No 57 Surabaya.
"Karena perkuliahan dilakukan secara
daring maupun luring di pondok pesantren," beber Ghofirin.
Meskipun begitu, perkulihan bisa juga
dilakukan di kampus Unusa. "Setidaknya mahasiswa mengetahui
kampusnya," jelas pria yang juga menjabat sebagai Sekjen OPOP Jatim ini.
Pria yang juga sebagai dosen Akuntansi
Unusa ini berharap, melalui program untuk santri tersebut, Unusa bisa meningkatkan mutu sumber daya
manusia (SDM) di Jawa Timur.
"Secara tidak langsung bisa
memberikan sumbangsih nyata dalam peningkatan indek pembangunan manusia atau
IPM di Jawa Timur, sehingga lulusan perguruan tinggi semakin banyak serta
remaja-remaja yang berkompeten di bidangnya," terangnya.
Sementara itu, Koordinator Marketing
Unusa Afriandi Eka Darta menjelaskan program ini berlaku untuk program studi
non kesehatan serta kedokteran. Beberapa program studi masuk dalam program CBL
antara lain S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 PG Sekolah Dasar, S1 PG PAUD, S1
Pendidikan Bahasa Inggris, dan S1 Sistem Informasi.
"Persyaratan lulusan SMA/MA
sederajat, berasal dari pondok pesantren dengan dibuktikan adanya kartu tanda
anggota dari pesantren, raport atau ijazah terakhir, fotokopi KTP atau
SIM," ucap Afri.
Salah satu pengurus Pondok Pesantren
Sabilil Mokaromah Bondowoso, Tabrani mengapresiasi langkah Unusa yang membuat
program CBL untuk pondok pesantren.
"Ini (program) dapat meningkatkan
mutu dan keahlian lulusan pondok pesantren dengan kuliah di Unusa melalui
program CBL," bebernya.
Tabrani mengaku banyak program beasiswa
yang ada di Unusa, sehingga setelah ini dirinya akan menyampaikan program untuk santri tersebut ke Yayasan Pondok Pesantren.
"Program ini bagus, karena tidak
semua pondok pesantren memiliki universitas atau perguruan tinggi, jadi program
ini akan saya sampaikan ke pihak yayasan karena progran ini bagus dan
baik," pungkasnya.
Yayasan Pendidikan Islam Assalam