Artikel

Kegiatan Terkini
NEWS UPDATE :  

Dalam Rangka Mewujudkan Sekolah Masa Depan Direktorat SMK Kemdikbudristek Gelar Bimbingan Teknis SMK Pusat Keunggulan

Penulis : Irfan Nur Sandy | 29 Mei 2021
Dilansir dari smk.kemdikbud.go.id, Tangerang - Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Program Bantuan SMK Pusat Keunggulan Sektor Pemesinan Konstruksi dan Sektor Lainnya (27/05/2021).  Sebanyak 87 SMK berpartisipasi dalam pengajuan program bantuan SMK Pusat Keunggulan, namun yang dinyatakan sesuai dengan kriteria pemenuhan melalui penyeleksian yang kompetitif sebagai SMK Pusat Keunggulan dan hadir pada saat Bimbingan Teknis yaitu 64 SMK.
SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) merupakan program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) yang akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.
Menurut Arie Wibowo Khurniawan, Koordinator Bidang Sarana dan Prasarana, Direktorat SMK, “SMK PK harus memiliki pemikiran out of the box dalam menjalankan program baik itu dalam pengembangan sumber daya manusia maupun sarana prasarana. Jika dilihat dari masa ke masa, selama ini sekolah menggunakan sarana prasarana yang sama saja ruang kelas yang sama dengan abad ke-18 atau 19 dengan warna warna kursi dan ruangan yang monoton, sedangkan peserta didik sudah memasuki abad ke-21 dan perkembangan teknologi terus berkembang. Sudah seharusnya SMK PK menjadi pelopor semangat terciptanya sekolah masa depan yang memiliki nuansa ramah anak dan membuat proses belajar mengajar menjadi menyenangkan.”
Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) bertujuan memperkuat kemitraan, memperkuat kualitas sumber daya manusia SMK, memperkuat kompetensi keterampilan nonteknis (softskill) dan keterampilan teknis (hardskills), mewujudkan perencanaan yang berbasis data, meningkatkan efisiensi dan mengurangi kompleksitas, dan meningkatkaan sarana dan prasarana serta memperkuat kemitraan dan kerja sama.”

Target Program SMK Pusat Keunggulan
SMK Pusat Keunggulan merupakan program yang sifatnya harus terus diimprovisasi dalam mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh SMK guna menjadi role model   untuk SMK lainnya. Target program SMK Pusat Keunggulan diantaranya  meningkatkan kualitas dan kinerja manajemen pengelolaan dan penyelenggaraan SMK, menghasilkan lulusan yang terserap di DUDIKA lainnya atau menjadi wirausaha,  dan mencapai keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan DUDIKA, menciptakan pusat peningkatan kualitas dan kinerja dan menjadi inspirasi serta rujukan / pengimbasan bagi SMK lainnya.

Adanya Link & Match  Program SMK PK, Direktorat SMK Kemendibudristek mendorong keterlibatan DUDIKA di segala aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi, mulai dari penyelarasan kurikulum yang berstandar DUDIKA, pembelajaran berbasis project based learning dari DUDIKA, peran Guru / Dosen dari industri, dan magang praktek kerja industri yang dilakukan minimal satu semester. Sesuai dengan komitmen lulusan SMK, yaitu bekerja, melanjutkan, dan wirausaha, program ini membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya terampil secara hardskill, namun softskill yaitu pembiasaann budaya kerja yang profesional dan kompeten.



Pemilihan Bahan Bahan Konstruksi yang Berkualitas dalam Menunjang Sarana Prasarana SMK Pusat Keunggulan
Sebagai pembekalan awal kepada Kepala SMK calon penerima program bantuan SMK Pusat Keunggulan, Direktorat SMK bidang Sarana dan Prasarana turut mengundang beberapa narasumber, yaitu Edy Prasetyo dari Semen Indonesia Beton yang memberikan pembekalan terkait pemilihan bahan bahan konstruksi yang berkualitas terutama pada beton & kontrol kualitas proses pengecoran, peserta diajak bersama sama mengenali kelebihan dan kelemahan beton yang di antaranya dari sisi kelebihan beton yaitu, kuat tekanan tinggi, bahan mudah didapat, mudah dibentuk sesuai dengan keinginan, lebih ekonomis & pemeliharaan mudah, ketahanan (durrability) yang lebih baik. Sedangkan dari sisi kekurangan beton yaitu cenderung untuk retak, berat sendirinya besar, kualitas tergantung pada sifat bahan & cara pelaksanaan, kekuatan tariknya rendah, dan kesulitan dalam pembongkaran. Edy Prasetyo juga menjelaskan konsep dasar jaminan mutu beton, meliputi tiga dasar konsep, yaitu input (material baik), proses (pelaksanaan baik), dan output (beton bermutu).
Memilih kualitas bahan bahan bangunan yang bermutu baik untuk pembangunan SMK, dapat menunjang terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman dan aman. Selain guna mencari mutu bahan bangunan yang baik melainkan juga dapat menciptakan suasana sekolah yang rapih dan bersih karena tentunya bahan bangunan yang bagus tidak cepet menimbulkan kerusakan dan mengotori lingkungan.

Pentingnya Pengawasan Pengelolaan Dana  Bantuan Pemerintah Demi Terciptanya Transparansi dan Akuntabilisasi.
Materi lainnya adalah Pengawasan Pengelolaan Dana Bantuan yang disampaikan oleh Arry Hidayat, Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dalam melaksanakan tugas, Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di lingkunganKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pelaksanaan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya, pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri, pelaksanaan pengawasan teknis bidang pendidikan dan kebudayaan di daerah, dan penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Delapan tepat yang diaudit Atas Pengelolaan Keuangan diantaranya, waktu, jumlah, sasaran, guna, prosedur, peraturan per UU, mutu, administrasi.

Prinsip Penggunaan Banper:
1. Efisien: Harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang ada untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan;
2. Efektif: Harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan;
3. Ekonomis: Tindakan memperoleh barang/jasa yang berkualitas dengan harga yang terendah;
4. Transparan: Menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan masyarakat dapat mengetahui  dan mendapatkan informasi mengenai pengelolaan anggaran di Pendidikan; (UU No. 14 Thn 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik);
5. Akuntabel: Pelaksanaan kegiatan dapat dipertanggung-jawabkan dan tertulis;
6. Kepatutan : Penjabaran program/kegiatan harus dilaksanakan secara realistis dan proporsional; dan
7. Manfaat/Berguna: Pelaksanaan program/kegiatan yang sejalan dengan prioritas nasional yang dapat dirasakan manfaatnya dan berdaya guna bagi Masyarakat.

Pembangunan SMK PK 2021, SMK harus keluar dari Zona nyaman, harus berani beda karena sudah menjadi Sekolah Center Of Excellence




Materi mengenai Panduan Perencanaan Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan disampaikan oleh Muhammad Subhan selaku Konsultan Pembangunan Bidang Sarana Prasarana Direktorat SMK memberikan informasi terkait konstruksi sekolah masa depan mengikuti standar internasional yang dapat diadopsi oleh SMK Indonesia.

“SMK harus siap menghadapi berubahan, karena Sekolah sudah mendapatkan bantuan (Center Of Excellece), harus selektif dalam pembentukan tim perencana. Ketua Tim perencana harus bersertifikat dan paham dengan bangunan, Sekolah jangan salah bangun, harus memperhatikan desain arsistektur. Ruang belajar kelas perlu mempunyai kesan menyambut dan memikat, perlengkapan furnitur dan alat-alat, pencahayaan, serta suasana ruang kelas, studio kreatif, laboratorium pembelajaran, kafetaria atau sebuah ruang administratif/manejemen itu harus beda dengan sekolah lainnya,” Kamis (27/5/2021)

Beberapa ruang belajar membutuhkan spesifikasi pencahayaan khusus karena kegiatan yang berlangsung di dalamnya. Dengan kontribusi penerangan buatan yang terencana menjadi sebuah ruangan/ bangunan memiliki daya guna dan daya tarik yang lebih kuat. Ruangan penyimpanan atau gudang terpisah adalah solusi ideal, namun sebagian besar ruangan belajar tidak memiliki ruangan penyimpanan khusus dan disinilah pola penyimpanan internal pada ruangan belajar adalah kuncinya.

Menurutnya, salah satu permalasahan pada SMK yang jamak ditemui adalah keterpenuhan toilet /jamban dan sanitas sekolah. Problem ini semakin tampak pada saat ini , dimana kebersihan dan kerapihan sekolah akan sangat didukung oleh keterpenuhan rasio toilet dengan penggunannya.
Pada SNP no 34/2018 disebutkan rasio perhitungan kebutuhan jumlah toilet adalah 1/30 siswa dan 1/40 siswi.

Saat ini yang harus dipahami kepala sekolah adalah bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan terpenuhi nya kebutuhan sarana prasarana pembelajara. Berdasarkan prinsip perencanaan maka ruang pembelajaran harus dapat mewadahi beberapa aktivitas dan interaksi dalam berbagai model pembelajaran. Ruang harus dapat menjadi ruang yang memacu keaktifan dan interaksi yang intens dan kolaborasi di antara pengguna (siswa ke siswa, siswa ke guru, hingga internal tim guru). Fleksibilitas adalah hal yang paling penting dalam menyusun perencanaan sebuah ruang pembelajaran. Ruang belajar yang ideal adalah sepenuhnya ruang yang mudah beradaptasi, fleksibel, dan cocok untuk beragam fungsi dan pengguna.

Pada masa lalu, pembelajaran atau pendidikan umumnya kegiatan yang berlangsung di ruang sekolah atau ruang kelas. Tuntutan masa kini ruang belajar harus menyerupai ruang kegiatan yang dituju secara riil dengan dunia usaha dan industri yang dipelajarinya. Ruang belajar yang baik harus mengadaptasi apa yang terjadi saat ini dan masa akan datang, tidak hanya pada kegiatan yang diwadahi, tetapi juga peralatan hingga pola ruang pada dunia usaha dan industri.

Sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan SMK, maka luas area minimal untuk ruang pembelajaran umum (RPU) adalah 2 m2 per siswa. Ruang Praktik Siswa (RPS) seluas 2 s.d. 6 m2 per siswa yang akan memungkinkan sebuah rombongan belajar sejumlah 36 siswa SMK dengan minimal 2 orang guru yang terlibat dalam kegiatan belajar.
Selain fleksibelitas, merencanakan dan merancang ruang pembelajaran harus memenuhi prinsip-prinsip aksesibilitas, bahwa semua pengguna harus mendapatkan pengalaman ruang pembelajaran yang sama. Pada era digitalisasi Sekolah harus mempertimbangkan peran teknologi dan sumber daya digital dalam program pembelajarannya. Perkembangan zaman menunjukkan bahwa penggunaan perangkat keras dalam lingkungan belajar semakin berkurang, dan mulai beralih menggunakan perangkat lunak atau digital. (INS/AA).